Postingan

Diam & Damai

Diam, berpura-pura tidak tahu tentang berisiknya kicauan burung yg saling bersautan. Kadang, diam adalah pilihan yg tepat. Hanya saja kamu harus menahan kuatnya mulut yg ingin berucap. Menahan emosi hati dan ekspresi agar tetap terlihat baik-baik saja seakan memakai topeng tebal yg rasanya semakin lama semakin pengap untuk dipakai. Jika kamu menemukan benang merah dari setiap ucap yg didengar, maka pilihlah apakah akan lebih baik jika membuka topik atau membiarkannya dan berharap kicauan akan berhenti dengan sendirinya~ Memilih diam dengan isi kepala penuh dengan kicauan yg saling bersautan tentu membuat sulit menentukan posisi. Jika bisa memilih, sedari dulu lebih baik tidak mendengarnya sekalian. Tentang apa yg terjadi, semua peristiwa yg telah lalu itu~  Kini, situasi membuat diri sulit, merasa bingung dengan tindakan yg dilakukan, menyimpan ragu, bertarung antara hati dan ingatan akan sebuah peristiwa yg di dengar. Ya, memang tidak melihat secara langsung. Tapi, dengan hanya me...

Memaknai Cerita

Hallo. Kebetulan belum ngantuk, habis minum kopi dan jadinya bolak-balik kamar mandi. Tiba-tiba ngide aja mau ngoceh disini, lewat tulisan, eh ketikkan sih lebih tepatnya. Jadi kalo "agak" gak nyambung mungkin udah kerasa ngantuk, gatau juga bakal beres atau nggak ini ngetiknya. Gatau sampe mana, tunggu aja, kalo ini di posting berarti aku berhasil melek sampai merasa cukup untuk di posting.  Yaudah, mulai.  Setiap hari punya cerita. Bahkan setiap jam cerita itu bisa berbeda. Semakin banyak cerita, seharusnya semakin banyak belajar. Tapi, itupun jika kamu pandai memaknainya dan mungkin "sadar" kalo setiap kisah bisa dijadikan pembelajaran. Beberapa kisah yg dialami, tentu ada yg sesuai dengan keinginan, tapi tidak sedikit juga yg tidak diinginkan justru terkisahkan. Dan biasanya, yg tidak diinginkan justru lebih banyak memberi pembelajaran. Tapi, tidak banyak juga yg berhasil memaknai kisahnya, karena terbawa emosi dan dorongan diri yg "tidak menerima". Wa...

Pelaku dalam Cerita

Melewati hari-hari yang cukup melelahkan. Tapi, tidak apa~ bukankah menjadi bermanfaat itu lebih baik dibanding hanya berkomentar dibalik layar yg bahkan tidak sedang terlibat dan menjadi peran apapun.  Bahkan rasanya sudah terbayang, seakan sudah aku lakukan di dalam pikiranku tentang apa saja peran yg harus dikerjakan di keesokan harinya :) Kadang meleset dari yg dibayangkan, ketika yg dibayangkan akan berjalan sesuai naskah, ternyata harus ada revisi naskah di tengah berjalannya cerita~ Bagaimanapun jalan ceritanya, endingnya sudah pasti yg seharusnya terjadi~ jika sesuai harapan itu menjadi sebuah kebanggan, jika tidak sesuai harapan bukan juga yg harus disesalkan. Tapi, itu menjadi jalan untuk memperbaiki kesalahan dalam berperan. Tetap berusaha menjalankan peran sesuai dengan naskah dengan ending yg terbaik~

Meneropong Sudut Berbeda

Hallo, udah lama gak "mengoceh" di blog wkwk *terakhir SMA kayaknya, dan sekarang sudah berada di lingkungan yg berbeda~ Semakin tersadarkan bahwa waktu itu terus berjalan, tapi diri masih selalu belum siap.  Entah kalah cepat menyadari dari waktu atau diri yg selalu beralasan hingga sengaja mengabaikan setiap detiknya. Hmmmm perlu diperbaiki :" Oke kita mulai, "ocehan" ku kali ini menyinggung per-COVID-19 an yg masih betah nih membumbui tahun 2020.  Aku gak akan membahas si COVID-19 nya atau asal usul nya dari mana, bagaimana dia bisa menyebar, gejala nya bagaimana dll. karena aku pikir rata-rata dari kita udah pernah cari tau atau mungkin gak sengaja tau dengan menonton berita yg muncul tiba-tiba saat kita asyik nonton kartun spongebob mungkin, atau gak sengaja lewat di TL pas buka medsos! Tanpa disadari kita jadi "tarpaksa tau" dan itu ketidaksengajaan yg baik menurutku. Cukup baik, setidaknya bagi kaum rebahan yg melihat peluangnya lebar sekali wk...