Memaknai Cerita
Hallo. Kebetulan belum ngantuk, habis minum kopi dan jadinya bolak-balik kamar mandi. Tiba-tiba ngide aja mau ngoceh disini, lewat tulisan, eh ketikkan sih lebih tepatnya. Jadi kalo "agak" gak nyambung mungkin udah kerasa ngantuk, gatau juga bakal beres atau nggak ini ngetiknya. Gatau sampe mana, tunggu aja, kalo ini di posting berarti aku berhasil melek sampai merasa cukup untuk di posting.
Yaudah, mulai.
Setiap hari punya cerita. Bahkan setiap jam cerita itu bisa berbeda. Semakin banyak cerita, seharusnya semakin banyak belajar. Tapi, itupun jika kamu pandai memaknainya dan mungkin "sadar" kalo setiap kisah bisa dijadikan pembelajaran. Beberapa kisah yg dialami, tentu ada yg sesuai dengan keinginan, tapi tidak sedikit juga yg tidak diinginkan justru terkisahkan. Dan biasanya, yg tidak diinginkan justru lebih banyak memberi pembelajaran. Tapi, tidak banyak juga yg berhasil memaknai kisahnya, karena terbawa emosi dan dorongan diri yg "tidak menerima". Wajar, kadang manusia butuh waktu untuk bisa menerima dan berhasil memaknai kisahnya. Seiring berjalannya waktu, kadang penyesalan-penyesalan dari setiap kisah yg tidak diharapkan justru berubah menjadi rasa syukur. Bukankah semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta? Apa yg kamu lalui, sudah pasti yg terbaik. Bersyukur adalah kuncinya. Tugas kita hanya berusaha, sambil berdo'a selalu diberikan yg terbaik dari setiap perjalanan yg kita pilih.
Ini untuk kamu, yg selalu bertanya kenapa ini begini dan begitu. Iya kamu, orang yg sedang mengetik tulisan ini. Dan tulisan spesial ini dipersembahkan untuk diriku sendiri~
Jangan lupa bersyukur~
Hhe :)) akhirnya selesai, berarti aku belum ngantuk fren. Yaudah jadi di posting deh :)) hheu
Komentar
Posting Komentar