Meneropong Sudut Berbeda
Hallo, udah lama gak "mengoceh" di blog wkwk *terakhir SMA kayaknya, dan sekarang sudah berada di lingkungan yg berbeda~
Semakin tersadarkan bahwa waktu itu terus berjalan, tapi diri masih selalu belum siap.
Entah kalah cepat menyadari dari waktu atau diri yg selalu beralasan hingga sengaja mengabaikan setiap detiknya. Hmmmm perlu diperbaiki :"
Oke kita mulai, "ocehan" ku kali ini menyinggung per-COVID-19 an yg masih betah nih membumbui tahun 2020.
Aku gak akan membahas si COVID-19 nya atau asal usul nya dari mana, bagaimana dia bisa menyebar, gejala nya bagaimana dll. karena aku pikir rata-rata dari kita udah pernah cari tau atau mungkin gak sengaja tau dengan menonton berita yg muncul tiba-tiba saat kita asyik nonton kartun spongebob mungkin, atau gak sengaja lewat di TL pas buka medsos! Tanpa disadari kita jadi "tarpaksa tau" dan itu ketidaksengajaan yg baik menurutku. Cukup baik, setidaknya bagi kaum rebahan yg melihat peluangnya lebar sekali wkwk (rebahan berbulan-bulan). Kupikir itu asyik, tapi ternyataaaa ah sudah lah... Yakinlah, kaum rebahan tidak sepenuh jiwa nya mengidamkan rebahan yg begitu lamaaaa sampai akses terbatas. Karena rebahan gak cukup di rumah aja, misalnya rebahan di pantai sambil minum air kelapa muda, rebahan di tenda pas muncak bareng temen-temen~ atau sekedar rebahan di rumah temen sambil nyeblak heyyy kangen bangeet gak sih rebahan sambil kongkow bareng temen wkwkwk
Karena rebahan bukan sekedar di atas kasur dan dibalik selimut tebal yg bergambar kartun atau bunga-bunga heyyy wahai yg merasa "bukan kaum rebahan" . Rebahan versiku itu ya seperti memanjakan diri dengan kegiatan yg tidak berat, pikiran tenang, suasana hati tenang dengan mengesampingkan terlebih dahulu segala beban yg memaksa kita bekerja keras, berpikir keras dan segala kegiatan yg menjadikan kita "lelah, capek, pusing, kesal, marah, greget, bete, dan kawan-kawannya~
Upsss malah bahas rebahan ini jadinyaaaa wadooh wkwkwk oke let's begin!
Juli, 2020. Sebelumnya aku penasaran. Apa yg kalian rasakan ketika pertama kali berita COVID-19 muncul? Apakah masih sama seperti hari ini? Seberapa takut? Apakah kadar rasa "takut" itu semakin bertambah dengan seiring bertambahnya pula kasus positif saat ini? Atau sedikit berkurang? Atau semakin santai?
Kacamata ku saat ini melihatnya semakin banyak yg mengabaikan bahkan meremehkan. Entah itu sebuah rasa keberanian atau ketidakpedulian.
"Disaat sedang gencar-gencarnya pemeriksaan massal, disaat itu pula orang-orang gencar memburu baju obral di mall"
Rasanya seperti mewadahi beras dalam keresek yg bolong. Atau lebih tepatnya apa ya ibaratnya? Heuheu aku tidak terlalu pandai mengandaikan.
Tapi, aku tau tidak sedikit pula yg masih patuh. Bahkan sekarang, orang-orang udah sadar pentingnya CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Hal yg dianggap sepele sudah disadari banyak orang, bahwa yg mereka abaikan mulai diperhatikan. Dikit-dikit Cuci tangan, kemana mana pake masker, bawa handsinitizer, bawa peralatan pribadi masing-masing dan banyak lagi kesadaran diri tumbuh bahwa yg bisa membuat kamu sehat bukan orang lain, tapi diri sendiri dengan segala usaha dan atas perlindungan-Nya.
Memang benar, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Berapa puluh kali pun misalnya petugas Kesehatan memberi penyuluhan tentang pentingnya CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) sebelum pandemi COVID-19, rasanya ragu akan berhasil seperti sekarang hehehe. *Itu yg aku rasakan, setidaknya tidak harus menyadarkan lebih dalam dengan cerita/ drama atau sampe memohon-mohon sangat tidak perlu! Wkwkw
Kadang untuk membuat orang lain sadar harus dapat terlihat nyata dulu dampaknya jika tidak dilakukan. Dan kejadian sekarang salah satunya.
Tidak harus terlalu panik atau cemas berlebih, seperti memborong peralatan medis di awal kemunculan COVID-19 bahkan sampai tega memperjualbelikan kembali dengan harga yg tinggi!
Kuncinya, sudah kamu simpan, sudah banyak kamu dengar, sudah banyak kamu baca meskipun hanya lewat di TL sosmed mu. Jaga diri, tetap waspada, dan patuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 ~ kamu sudah tau, tidak perlu aku bahas lagi hehe~
Jadi intinya, jaga Kesehatan! Aku sayang diriku, karena yg harus lebih menyayangi kamu yaa kamu sendiri :)) sekian hhe.
Komentar
Posting Komentar